Home Berita Taiwan melaporkan penampakan balon Tiongkok di dekat pulau | Berita Politik

Taiwan melaporkan penampakan balon Tiongkok di dekat pulau | Berita Politik

32
0
Taiwan melaporkan penampakan balon Tiongkok di dekat pulau | Berita Politik


Kementerian Pertahanan Taipei mengatakan 12 pesawat militer Tiongkok dan tujuh kapal perang terdeteksi hingga Senin pagi.

Kementerian Pertahanan Taiwan telah melaporkan bahwa sebuah balon Tiongkok telah terdeteksi di atas laut di barat laut pulau itu, yang merupakan pertama kalinya sejak April mereka menandai insiden semacam itu.

Kementerian melaporkan pada hari Senin bahwa balon terbaru terlihat pada pukul 18:21 (10:21 GMT) pada hari Minggu sekitar 111 km (69 mil) barat laut Kota Keelung pada ketinggian 33.000 kaki (10.058 meter).

Pesawat tersebut memasuki zona identifikasi pertahanan udara pulau itu dan menghilang pada pukul 20:15, menurut kementerian, yang merilis data harian tentang kehadiran militer Tiongkok di sekitar Taiwan.

Selain balon tersebut, 12 pesawat militer Tiongkok dan tujuh kapal perang terdeteksi di sekitar Taiwan dalam 24 jam hingga Senin pagi, kata kementerian itu.

Tiongkok mengklaim Taiwan sebagai bagian dari wilayahnya dan telah berulang kali menyatakan bahwa mereka akan dengan paksa menghentikan Taipei jika Taiwan mendeklarasikan kemerdekaan.

Beijing secara teratur mengerahkan jet tempur, drone, dan kapal perang di sekitar Taiwan, dan kadang-kadang menggunakan balon, untuk terus meningkatkan tekanan militer.

Taiwan menggambarkan balon-balon tersebut sebagai bentuk pelecehan “zona abu-abu” – sebuah taktik yang tidak termasuk dalam tindakan perang.

Pada minggu-minggu menjelang pemilihan presiden pada bulan Januari, Taipei juga mengeluhkan aktivitas balon Tiongkok di atas wilayah pulau tersebut terjadi dalam “skala yang belum pernah terjadi sebelumnya”.

Kementerian Pertahanan Tiongkok tidak menanggapi permintaan komentar.

Tiongkok sebelumnya telah menolak keluhan Taiwan mengenai balon-balon tersebut, dengan mengatakan bahwa balon-balon tersebut bertujuan untuk keperluan meteorologi dan tidak boleh dibesar-besarkan karena alasan politik.

Potensi Tiongkok menggunakan balon untuk memata-matai menjadi isu global tahun lalu ketika Amerika Serikat menembak jatuh balon pengintai Tiongkok. China mengatakan balon itu adalah pesawat sipil yang tidak sengaja tersesat.

Insiden balon terbaru di Taiwan terjadi ketika kantor berita Jepang Kyodo melaporkan bahwa AS sedang menyusun rencana darurat untuk penempatan militer di Jepang dan Filipina jika terjadi keadaan darurat di Taiwan.

Mereka akan dimasukkan dalam rencana operasi gabungan pertama yang akan dirumuskan pada bulan Desember, kata laporan itu yang mengutip sumber yang mengetahui hubungan Jepang-AS.

Resimen Marinir AS yang memiliki HIMARS (Sistem Roket Artileri Mobilitas Tinggi) yang dapat diluncurkan berulang kali akan dikerahkan di sepanjang rangkaian pulau Nansei Jepang yang membentang dari Kyushu hingga Yonaguni dekat Taiwan, kata Kyodo.

Jika kemungkinan darurat bagi Taiwan akan segera terjadi, pangkalan sementara juga akan didirikan di pulau-pulau berpenghuni berdasarkan pedoman militer AS, tambah laporan itu.

Militer Jepang diperkirakan akan terlibat dalam dukungan logistik, katanya.

Angkatan Darat AS juga akan mengerahkan unit penembakan jarak jauh di Filipina, kata Kyodo.

Washington telah memperkuat aliansi di kawasan ini, sehingga membuat marah Beijing.

Tahun lalu, Filipina menandatangani pakta pertahanan dengan AS, yang memberikan pasukannya akses ke empat pangkalan militer lagi di negara Asia Tenggara tersebut. Awal bulan ini, Manila dan Washington menandatangani perjanjian pembagian intelijen militer, yang semakin memperdalam hubungan keamanan antara kedua sekutu perjanjian pertahanan tersebut ketika mereka berupaya melawan kebangkitan Tiongkok.

Jepang dan Filipina menandatangani pakta pertahanan pada bulan Juli, yang mengizinkan penempatan pasukan di wilayah masing-masing.


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here