Palmer Luckey, pendiri yang mengenakan kemeja Hawaii yang menjual Oculus VR seharga $2 miliar sebelum mendirikan perusahaan teknologi militer Anduril, kembali ke bisnis headset — dalam arti tertentu.
Anduril telah bekerja sama dengan Microsoft untuk menanamkan perangkat lunaknya ke dalam Sistem Augmentasi Visual Terpadu headset yang dikembangkan oleh Microsoft untuk militer AS pada tahun 2021.
Menurut Berkabelperangkat lunak tersebut akan dimasukkan ke dalam headset sebagai alat pelatihan tetapi juga dapat memberikan data kepada prajurit tentang drone, kendaraan darat, atau sistem pertahanan udara yang berada di luar jangkauan visual mereka.
“Jika Anda memiliki tampilan augmented reality yang dapat membuat Anda 20 persen lebih mematikan atau membuat seseorang 10 persen lebih aman, itu merupakan peningkatan yang lebih besar daripada perlengkapan apa pun yang dapat Anda berikan kepada diri Anda sendiri,” tutur Luckey kepada outlet tersebut.
Anduril telah melaju kencang. Pada bulan Mei, diumumkan mendapatkan kontrak militer AS untuk membangun jet tempur otonom. Bulan lalu, perusahaan tersebut menutup pendanaan baru yang nilainya mencapai $14 miliar.