Ketika dua pemuda Yahudi Amerika yang dibesarkan untuk mendukung Israel tanpa syarat menyaksikan cara Israel memperlakukan warga Palestina, hal itu mengubah hidup mereka. Mereka bergabung dengan gerakan pemuda Yahudi Amerika yang berkampanye untuk mendefinisikan kembali hubungan Yudaisme dengan Israel dan mengungkap kesenjangan generasi yang semakin dalam mengenai identitas Yahudi modern. Israelisme memicu perdebatan besar di kampus-kampus Amerika bahkan sebelum peristiwa 7 Oktober 2023.
Kisah ini mengikuti Simone Zimmerman, yang mengunjungi Israel saat remaja, dan Eitan yang bergabung dengan tentara Israel setelah lulus sekolah menengah ketika mereka menemukan realitas yang dihadapi warga Palestina dan secara radikal merevisi pandangan mereka. Ini mencakup wawancara dengan akademisi dan aktivis politik, termasuk Noam Chomsky, Cornel West, Lara Friedman dan mantan direktur Liga Anti-Pencemaran Nama BaikAbe Foxman.
Para kontributor berpendapat bahwa narasi bahwa pemuda Yahudi Amerika diberi makan hampir seluruhnya menghapus keberadaan orang-orang Palestina melalui pendidikan dan advokasi, terkadang melibatkan kelompok-kelompok yang mengatur perjalanan gratis ke Israel yang sebagian didanai oleh pemerintah Israel. Film ini menggambarkan betapa berpengaruhnya narasi ini dalam membentuk sikap terhadap Israel, tidak hanya di Amerika Serikat tetapi juga di seluruh dunia.