Home Berita Israel memulai serangan balasan terhadap Iran menyusul serangan rudal yang menargetkan warga...

Israel memulai serangan balasan terhadap Iran menyusul serangan rudal yang menargetkan warga Israel

23
0
Israel memulai serangan balasan terhadap Iran menyusul serangan rudal yang menargetkan warga Israel


Israel pada hari Jumat melancarkan gelombang serangan udara balasan terhadap Iran setelah Republik Islam menembakkan rentetan rudal ke arah Israel awal bulan ini.

Ledakan terdengar di dekat ibu kota Iran, Teheran, dan di dekat Karaj, lapor Reuters, mengutip media lokal.

Tindakan militer Israel terjadi setelah Menteri Pertahanan Yoav Gallant bersumpah akan memberikan tanggapan yang “tepat dan mematikan” terhadap lebih dari 180 rudal yang digunakan Iran untuk menargetkan Israel pada 1 Oktober, beberapa di antaranya dicegat dengan bantuan AS.

Pekan lalu, menjelang serangan Israel, muncul laporan bahwa Pasukan Pertahanan Israel memberikan daftar target potensial kepada Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dan Gallant ketika para pejabat melakukan “koordinasi sensitif” dengan negara-negara lain di Timur Tengah.

DUTA ISRAEL untuk PBB: RESPONS TERHADAP IRAN AKAN 'SANGAT MENYAKITKAN'

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Menteri Pertahanan Yoav Gallant saat konferensi pers di Tel Aviv, Israel, pada Oktober 2023. Kedua pemimpin Israel tersebut dilaporkan telah dijadikan target untuk diserang di Iran sebagai tanggapan atas serangan rudal Teheran pada 1 Oktober terhadap Israel. (Reuters/Kolam)

“Rezim ini rentan, dan terserah pada kita untuk memutuskan pesan mana yang ingin kita sampaikan kepada mereka,” kata Duta Besar Israel untuk PBB Danny Danon kepada Fox News Digital. “Ini akan sangat menyakitkan bagi rezim Iran, dan mereka akan berpikir dua kali di masa depan apakah akan menyerang Israel atau tidak.”

Korps Pengawal Revolusi Islam Iran mengatakan rentetan rudal yang ditembakkan ke Israel pada 1 Oktober adalah sebagai pembalasan atas pembunuhan pemimpin Hizbullah Hassan Nasrallah di Beirut, Lebanon, dalam serangan udara Israel dan pembunuhan pemimpin politik Hamas Ismail Haniyeh di Teheran pada tahun 2017. Juli. Israel kemudian melenyapkan pemimpin Hamas Yahya Sinwar dalam operasi militer di Jalur Gaza pada 16 Oktober.

Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei sebelumnya menyebut Nasrallah sebagai “pembawa bendera perlawanan” di wilayah tersebut.

“Darah para martir tidak boleh dibiarkan begitu saja,” kata Khamenei setelah kematian Nasrallah, menurut Reuters.

ISRAEL MEMUTUSKAN KEMUNGKINAN TARGET IRAN: 'TEPAT DAN MEMATIKAN'

Rudal Iran ditembakkan ke Israel

Penduduk Yerusalem berlindung selama serangan rudal Iran pada 1 Oktober 2024. (Kredit Yoav Dudkevitch/TPS-IL)

Selama serangan 1 Oktober oleh Iran, tidak ada korban jiwa yang dilaporkan di Israel, meskipun satu warga Palestina tewas di Tepi Barat.

Angkatan Laut AS kemudian merilis video yang menunjukkan USS Cole dan USS Bulkeley menembakkan sekitar selusin pencegat rudal balistik untuk membantu menggagalkan agresi Iran.

Iran juga menyerang Israel pada bulan April tahun ini, di mana negara tersebut mengenakan sekitar 300 rudal dan drone. Yerusalem kemudian menanggapi seruan Barat untuk menahan diri dengan menyerang pertahanan udara Iran dan menghancurkan sebagian sistem pertahanan udara jarak jauh S-300.

Yahya Sinwar Hamas

Pemimpin Hamas Yahya Sinwar dibunuh oleh pasukan militer Israel pada 16 Oktober. (Foto oleh Mohammed Talatene/aliansi gambar melalui Getty Images)

KLIK DI SINI UNTUK MENDAPATKAN APLIKASI FOX NEWS

Untuk meningkatkan pertahanan Israel terhadap potensi serangan Iran di masa depan, sistem pertahanan rudal AS dikirim ke Timur Tengah.

Morgan Phillips dari Fox News, Caitlin McFall, Stephen Sorace dan Liz Friden berkontribusi pada laporan ini.


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here