Presiden AS Joe Biden telah secara resmi meminta maaf kepada penduduk asli Amerika atas kebijakan sekolah berasrama di India yang telah berusia 150 tahun, dan menjadi presiden pertama yang melakukan hal tersebut.
Dari tahun 1819 hingga tahun 1970-an, anak-anak masyarakat adat diusir secara paksa dari rumah mereka dan dikirim ke sekolah berasrama federal India. Sekolah-sekolah tersebut melucuti warisan budaya mereka dan mencoba mengasimilasi anak-anak penduduk asli Alaska, Indian Amerika, dan penduduk asli Hawaii ke dalam budaya kulit putih Amerika.
Berbicara saat mengunjungi Sekolah Komunitas Gila Crossing yang dikuasai suku di luar Phoenix, Biden menyebut program tersebut sebagai “dosa bagi jiwa kita” dan “noda dalam sejarah Amerika”.
Pemerintahan Biden mengatakan pihaknya telah menyediakan miliaran dolar untuk mendukung penduduk asli Amerika, meskipun masyarakat yang terkena dampak mengatakan bahwa masih banyak yang bisa dilakukan.